(Emha Ainun Nadjib)
Kata orang, masa remaja adalah masa yang paling indah. Kedengarannya rada klise dan lebay dikit, tapi emang begitu kenyataannya,kalo ada mesin waktu yang bisa mengembalikan peristiwa dan masa, pasti banyak orang yang kepingin balik lagi ke masa remaja. Tak disangkal masa remaja dan remaja itu sendiri adalah sesuatu yang unik,menarik,untuk jadi bahan tulisan ataupun omongan yang gak bakalan ada habisnya.
Untuk memahami remaja agak gampang-gampang susah (apa susah-susah gampang..ya?).Gak bisa kita menggantungkan pada pengalaman pribadi semata, karena tiap masa dan generasi memiliki keunikan,keruwetan,dan kekhas-anya masing-masing.Justru disini letak awal permasalahannya! Banyak generasi tua (atau senior aja kali) yang selalu berargumen berdasarkan kurun waktu yang mereka alami! pernah denger kan ada ortu yg ngomel kayak gini.."anak sekarang.. males!berangkat sekolah aja harus pake kendaraan, dulu ibu ke sekolah jalan kaki..4 kilo lagi!..mana nyebrang kali lho".(he..he..sekalian aja naek gunung !biar tambah dramatis!). Padahal kita ga bisa bandingin jaman baheula dengan jaman sekarang sebab sarana transportasi jaman sekarang sudah demikian pesat perkembangannya..intinya bukan pake apa kita berangkat ke sekolah, tapi seberapa tinggi level semangat kita buat belajar! perkara berangkat sekolah mau jalan kaki kek, ngojek kek,atau ngesot sekalipun ga perlu jadi masalah!
Memahami remaja memang harus dengan kacamata remaja! (jangan pake kacamata rusak,ya!) karena ga ada yang lebih mengerti masalah remaja selain si remaja itu sendiri, hal ini tidak berarti meniadakan peran ortu atau yang lain tapi ga ada salahnya bila "suara" remaja harus didengar.
Memahami remaja memang harus dengan kacamata remaja! (jangan pake kacamata rusak,ya!) karena ga ada yang lebih mengerti masalah remaja selain si remaja itu sendiri, hal ini tidak berarti meniadakan peran ortu atau yang lain tapi ga ada salahnya bila "suara" remaja harus didengar.
Masa remaja bisa berarti masa pencarian eksistensi diri, maka ga heran jika remaja mengekplor dirinya untuk menemukan segala sesuatu disekitarnya yang dianggap "dunianya",tanpa perlu berpikir rumit mengenai masalah "legal" atau "ga legal", masalah "halal" atau "haram"(serem amat sih!) maksudnya baik atau tidak menurut norma masyarakat..memang begitu cara berpikir remaja, kalo kepikiran mau naik gunung ya naik gunung aja ga perlu mikirin dulu peralatannya apa?gimana caranya?dimana latihannya?..pokoknya ga ada yang rumit buat remaja!(gitu aja kok repot).Justru disini repotnya! buat generasi senior pola pikir macam begini ga realistis,sebab segala sesuatu yang tidak direncanakan dengan matang pasti akan mengalami kegagalan,bahkan ada pemeo "gagal dalam perencanaan sama dengan merencanakan kegagalan", walaupun ada juga pemeo balasannya "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda" berapapun kali gagal berarti semakin mendekatkan pada keberhasilan... Buat remaja ada baiknya sedikit mendengar(kok,sedikit sih!)masukan dari generasi senior dalam bertindak,pikir dulu baik buruknya, cari kelemahan dan kelebihannya, pilih cara yang paling mudah...dsb. Buat generasi senior ada baiknya belajar sabar dan mulai memahami karakter remaja...Ga pernah ada remaja yang salah!yang ada adalah nasehat dan contoh yang salah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar